Andalan

Pos blog pertama

DisiniLah kumpuLan kata dan kisahku yang tak bisa diutarakan atau dibagikan secara Langsung. Secerca kata dan kalimat yang menjadi ungkapan isi hatiku dan pengaLaman-pengaLamanku .

Pertama punya rasa ingin hadir daLam kisah dan cerita orang atau turut merasakan sendiri .

Pantai, senja, kopi , hujan dan kamu .
pos
Iklan

‘ Bukankah ini Rasa ‘

Aku bisa apa dari sebuah nyaman yang tercipta. Dari sebuah perkenalan berujung penepian.

Kita insan tak mungkin buta rasa bukan? Hanya saja menepis rasa yanh ditakutkan menjadi luka.

Kita bisa apa soal rasa , menemani tiap waktu masih kau bilang mengecohkan. Selalu ada dalam semua keadaan tapi kau bilang tak seberapa. Lalu aku bisa apa jika sebuah rasa nyaman menjelma menimbulkan seribu tanya dibenakku.

Aku tertegun memandang mengeser dan mencari sebuah nama. Meski ku temukan kini ia tak lagi sama

Saling menyadari posisi tapi nyaman tetaplah menjadi alasanku tuk menyapa. Ketika bicara ini mungkinkah ku beri hati? Ahkkk, tak mungkin, bukankah ini kesepakatan kau ada untukku dengan tulus meski rasa memang tak bisa dipungkiri .

Nyaman bukan berarti memiliki bukan ? Kau benar selalu kau tanamkan itu padaku. Meski pada akhirnya ku tahu kau tak mudah menerima akan sebuah kehadiran. Tapi nyamanku tercipta olehmu yang bukan belahan rasaku 💔

6 September 2019

|||° ®

Berdamai dengan diri sendiri

Kita hidup di era teknologi canggih. Komunikasi, transportasi dan hidup sehari-hari menjadi begitu mudah dan murah. Bahkan, manusia kini mulai mencari jalan untuk menciptakan kehidupan dengan teknologi yang ada. Tak berlebihan jika dikatakan, dengan teknologi dan ilmu pengetahuan yang ada, manusia kini menjadi „tuhan“ atas bumi.

Sayangnya, semua kemajuan itu tidak sejalan dengan kemajuan kebahagiaan manusia. Dengan kata lain, manusia tidak lebih bahagia, walaupun hidup di dunia yang penuh dengan kemudahan. Sebaliknya, berbagai penelitian menunjukkan, tingkat depresi dan bunuh diri justru meningkat di abad 21 ini. Pertanyaannya, apa guna semua kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi ini, jika manusia justru semakin menderita?

Depresi dan Bunuh Diri

Beberapa data ini mungkin bisa memberikan gambaran. Menurut data yang dikumpulkan WHO, World Health Organization, saat ini, ada lebih dari 300 juta orang yang tercatat mengalami depresi di seluruh dunia. Gejala utama depresi adalah suasana hati yang turun naik secara ektrem dalam jangka waktu lebih dari dua bulan, sehingga menganggu hidup sehari-hari. Pada bentuknya yang paling parah, depresi mendorong orang untuk bunuh diri.

Walaupun ada terapi untuk depresi, tapi orang seringkali tak menyadari, bahwa mereka menderita depresi. Walaupun sadar, hanya sedikit yang berusaha mencari pengobatan. Ini membuat depresi menjadi semacam pembunuh senyap (silent killer). Ia tak terdengar, namun membunuh banyak orang, serta membuat penderitaan yang amat besar bagi orang yang mengalaminya.

Bunuh diri pun juga meningkat secara global di awal abad 21 ini. Menurut data WHO, ada kurang lebih satu juta orang yang meninggal karena bunuh diri setiap tahunnya. Artinya, setiap empat puluh detik, ada 40 orang yang melakukan bunuh diri di seluruh dunia. Gejala ini belum menunjukkan penurunan sama sekali.

Selama 45 tahun terakhir, tingkat bunuh diri sudah meningkat 60 persen di seluruh dunia. Bahkan, bunuh diri kini menjadi salah satu satu tiga penyebab utama kematian dari orang-orang yang berumur 15 sampai 44 tahun. Lebih dari 90 persen para pelaku bunuh diri disebabkan oleh depresi berkepanjangan. Yang lebih menyedihkan, banyak orang berusia muda kini melakukan bunuh diri, dan percobaan bunuh diri.

Konflik dengan Diri Sendiri

Akar dari penderitaan adalah konflik dengan diri sendiri. Orang tak menemukan kedamaian. Walaupun, ia dikelilingi berbagai kenikmatan yang bisa diberikan oleh teknologi dan ilmu pengetahuan. Ia terus menolak dan bermusuhan dengan emosi dan pikiran yang muncul, terutama yang menyakitkan. Padahal, semakin kita membenci emosi dan pikiran yang menyakitkan, maka penderitaan yang kita rasakan justru menjadi semakin besar.

Konflik dengan diri sendiri dapat dipahami dalam tiga hal. Pertama, orang tak memahami hakekat dari pikiran dan emosi yang ia miliki. Ia mengira, bahwa pikiran dan emosi adalah sesuatu yang nyata dan benar. Akibatnya, ia mencengkram semua pikiran dan emosi yang datang, lalu hanyut di dalamnya.

Dua, karena orang tak paham akan emosi dan pikiran yang ia punya, ia pun tak mampu mengelolanya dengan tepat. Ketika marah dan sedih, ia akan sangat menderita. Ketika bersuka dan berbahagia, kecemasan pun membayangi, karena ia sadar, ini pun hanya sementara. Ketika orang tak mampu mengelola emosi dan pikiran yang ia punya, konflik dengan orang lain pun tak terhindarkan.

Tiga, semua ini menggiring orang untuk hanyut pada emosi dan pikiran, tanpa henti. Hidup semacam ini melelahkan, bagaikan naik kereta naik turun setiap saat. Inilah persis yang menjadi jantung hati dari depresi dan dorongan untuk bunuh diri. Kenikmatan apapun tidak akan bisa memberikan jalan keluar, selain hanya pengalihan yang bersifat sementara, namun membawa derita lebih besar di saat berikutnya.

Berdamai dengan Diri Sendiri

Jalan keluar dari semua ini sebenarnya sederhana, yakni berdamai dengan diri sendiri. Di dalam diri kita, ada beragam emosi dan pikiran yang menumpuk. Memang, sejatinya, mereka semua kosong, karena hanya berupa bayangan-bayangan sementara. Namun, kerap kali, kita lupa hal ini. Kita mengira, itu semua adalah nyata, lalu menggenggamnya erat-erat.

Ada tiga hal yang perlu diperhatikan disini. Pertama, apapun bentuk emosi dan pikiran yang muncul, cukuplah diamati dan disadari. Semakin kuat dan menyakitkan emosi dan pikiran yang datang, semakin itu merupakan kesempatan yang baik untuk semakin mengamati dan menyadari. Dengan cara ini, secara perlahan namun pasti, penderitaan yang muncul dari pikiran dan emosi akan lenyap.

Dua, tujuan dari proses ini adalah membangun hubungan yang baik dengan diri kita sendiri, termasuk emosi dan pikiran yang datang dan pergi. Artinya, kita belajar untuk mencintai keseluruhan diri kita sendiri. Dari proses ini lahirlah kejernihan dan kedamaian. Ketika kita bisa menjalin hubungan baik dengan diri sendiri, termasuk dengan semua emosi dan pikiran yang muncul, maka kita dengan mudah menjalin hubungan yang baik dengan orang dan mahluk lain.

Tiga, awalnya, proses ini terasa sulit. Namun, jika terus dilakukan, buahnya akan langsung terasa. Berbagai emosi dan pikiran muncul, namun itu semua cukup disadari dan diamati dengan penuh cinta. Kejernihan dan kedamaian yang dirindukan pun bisa mulai terasa.

Proses ini membawa kita untuk mengenali sisi terdalam dari diri kita yang sebenarnya. Sisi ini hanya punya satu rasa, yakni rasa cinta/damai yang begitu dalam. Dengan mengenali unsur terdalam diri kita ini, kita bisa memeluk apapun yang datang dan terjadi dengan penuh kedamaian. Dititik inilah kita sungguh berdamai dengan diri kita sendiri.

26Agustus2019 .

SeLamat tinggaL kenangan

Aku tahu sulit rasanya meLupakan kita yang duLu

PadahaL kamu begitu mudah meLupakan , meLupakan kita yang duLu pernah ada.

Tapi kamu tahu yang tersuLit itu bukan mengucapkan seLamat tinggaL, tapi untuk membiasakan diri disaat aku meLewati t4 yg duLu pernah ada, pernah ada kisah cinta kita.

Jejakmu tertinggaL , tertinggaL pada tempat yang duLu pernah kita singgahi , masa dimana ada kamu, ada aku , dan yang pasti ada kita .

Aku sebut itu masa LaLu , masa LaLu kita setidaknya kamu pernah buatku nyaman, pernah membuatku jatuh cinta , pernah membuatku bahagia.

Kamu ingat , kamu janji tidak akan ninggaLin aku, tapi apa itu semuanya basi, seperti makanan yang sudah kamu diami berhari-hari.

Kamu meninggaLkan aku Lagi, senang?

Kamu biLang tidak akan pernah ada kata pisah, tapi aku LeLah, LeLah berharap daLam kata-kata yang pada akhirnya tidak seperti yang kamu biLang , seperti maLam itu .

Rasa sakit itu tidak pernah kamu tahu, rasanya kehiLangan, rasanya kesepian , tapi apa sekarang kamu seLaLu membuatku menangis.

Aku ingin tertawa bahagia, tapi kamu tahu sampai detik inipun aku Belum juga menemukan hari dimana aku bisa tertawa Lepas bahagia seperti bersamamu,

Ingat pohon itu !! Tempat dimana pertama kaLi kamu duduk disampingku , tempat dimana kamu membuatku bahagia pertamakaLinya , tapi sekarang aku duduk disini menatap kekosongan, menatap kesepian, kehiLangan kamu yang duLu pernah ada disampingku, seLaLu membuatku tertawa bahagia .

Bantu aku untuk Lupakanmu

SeLamat TinggaL kenangan 💃💔👐

02607S

Juni 2019.

‘Rasa ini’

Teruntuk kamu

Tak mengapa bayangmu selalu hadir

Senyum yang seakan menghantui

Membuatku sadar

Sebenarnya, jauh sebelum ini kita hanyaLah dua orang asing

Apakah ini yang disebut rasa?

Aku sendiri tidak tahu

Apakah kau sadar?

Begini, akan kukatakan

Ini mungkin membuatmu mengerti

Aku telah terpikat olehmu

Lantas bukan tak menginginkan mu Lebih

Aku mencintaimu, biarkan rasaku saja yang seperti ini

Karna aku tahu, jika kau cinta

Lalu ada masa depan yang harus kita jalani , kita pasti bersama

Sudahkah kau mengerti?

Bukan karena aku terLaLu menjatuhkan rasa

Namun ku yakini

KauLah pemicu rasa ini.

Untuk sang pemicu

Semoga kau merasakannya .

@penikmat_rasa98

Rasa yang diberikan-Nya bukanLah rasa yang mudah dijatuhkan dan dipatahkan 💕

Senja pada Pedih

Dalam bayangan senja terLihat jeLas bagaimana ia menjadi tiada

Larut daLam indahnya Lukisan cahaya pada cakrawaLa itu

Menatap kosong pada bingkai kehidupan yang Lama ditinggal

Berharap ada warna baru yang dinikmati kembaLi

DaLam bayangan tubuhnya pada senja sore itu, apa yang dipikirkan

Pedihkah?

Sakitkah?

Atau bahagiakah?

Yang jeLas dia menikmati senja dengan perih yang masih menggerogoti hati dengan LeLuasa

Tak banyak tempat yang bisa ia sisihkan

Mungkin seperempat atau hanya sejengkaL jari yang bisa kau dapatkan

Dan ketika senja seoLah hiLang diteLan semesta

Ia kembaLi Lagi pada cerita kLasik drama kehidupan

Menitipkan pedih pada senja

Dan

Menjemput senyum yang dijaga bintang

LaLu kembaLi bermain peran.

@penikmat_rasa98

‘ Rindu yang tak pasti ‘

Dan aku mencoba untuk sendiri

Mencari sesuatu yang tak ku sadari

Ingin rasanya menyendiri

bersama jiwa yang tak kumiliki

Bukankah sudah kukatakan

Jangan datang daLam bayangan

Sebab, bayangan bukan suatu kepastian

Jangan coba menutup diri dari rasa rindu

Karna rindu tak pernah meminta untuk hadir

WaLaupun itu bagian masa lalu

Namun cobaLah untuk berfikir

Sebab duLu rindu begitu melekat dengan senyummu .

Angel Angreany.

‘ juangku ‘

Kamu semua tidak tahu rasanya menjadi abu

Kamu semua hanya tahu sepenggaL aku yang terus terpaku

Kamu semua tidak mengerti betapa sulitnya keLuar dari Zona keLabu

Kamu semua tidak akan pernah faham fakta bahwa aku teLah berusaha sampai otak dan tubuhku menjadi kaku.

KaLian ada dan terus menjadi kisah yang abadi daLam hidupku

WaLau takkan Lagi ada aku daLam juang kita

Kita berbeda,

Jarak memisahkan .

Waktupun semakin membuat kita jauh

Aku hanyaLah penyinggah perjuangan yang memang jatuh cinta pada garis perjuangan yang kita piLih .

Bukan berarti juangku berhenti.

Darah juang akan terus mengaLir dan bermuara bersama kaLian .

MengertiLah .

04Maret2019.

11.20pm

SaLam juang✊

Hati yang tertinggaL

Bila cinta tak mungkin menyatukan kita
Bila kita tak mungkin bersama
Aku tetap menyayangimu”

Sepenggal lirik diatas (Iwan Fals- Ijinkan Aku Menyayangimu) adalah lirik yang kalo didenger bikin hati mau nangis yaa, terutama buat aku, orang yang selalu over kalau mellow..
lagi lagi sedih kalo tau cinta yang tak mungkin bersama…

Walaupun singkat,Selalu ada cerita tersimpan di hatiku tentang kau dan hujan tentang cinta yang mengalir seperti air.. kalo dikisah aku sih bukan tentang hujan ya.. duh tapi tentang kau dan jalanan, tentang kau dan secangkir kopi mocacino ala cafe, tentang aku kau saling menyapa abang adek dan ,tentang canda kita tentang semua perdebatan kita yang pernah membuat kenangan antara aku dan kau menjadi singkat…

Kau punya segalanya
Yang aku impikan”
sepenggal lirik lagu Utopia- Antara Ada Dan Tiada.
benar adanya bahwa kau punya segalanya yang tak bisa kutemukan pada orang lain..
kau pandai dan pintar mengambil hati kau selalu membuatku rindu dan kau tau bagaimana mengembalikan senyum seseorang yang pernah padam..

“Ku tak bisa menggapaimu
Takkan pernah bisa
Walau sudah letih
Aku tak mungkin lepas lagi
Kau hanya mimpi bagiku
Tak untuk jadi nyata
Dan sgala rasa buatmu
Harus padam dan berakhir”

dan lagi lagi sepenggal lirik diatas, mewakili semuanya.. jika ibaratkan ada reingkar nasi, aku ingin menjadi seseorang yang akhirnya bisa bersama denganmu..

jika ibaratkan ada reingkar nasi, aku ingin menjadi seseorang yang akhirnya bisa bersama denganmu..

Kutatap dua bola matamu
Tersirat apa yang kan terjadi
Kau ingin pergi dariku
Meninggalkan semua kenangan
Menutup lembaran cerita
Oh sayangku aku tak mau
Tapi ku tak rela lepaskanmu
Kau tanya mengapa aku tak ingin pergi darimu.Dan mulutku diam membisu…

Membisu… Benar.. asal kau tau, ada jutaan kata yang memaksa keluar namun mulut tak tega mengeluarkan semuanya.. berat, sakit, nyesek….. semua campur aduk, mata berlinang namun memaksa untuk tidak menetes, wajah memerah seakan semua benda disekitar ngamuk untuk diobrak abrik, namun apalah dayaku..

Benar.. asal kau tau, ada jutaan kata yang memaksa keluar namun mulut tak tega mengeluarkan semuanya.. berat, sakit, nyesek….. semua campur aduk, mata berlinang namun memaksa untuk tidak menetes, wajah memerah seakan semua benda disekitar ngamuk untuk diobrak abrik, namun apalah dayaku..
aku wanita yang punya cinta dihati untukmu..

seharusnya kusadari..
semua takkan berakhir indah..
namun bodohnya diriku tetap memaksakan semua…
bodohnya diriku, salahkan aku yang terlalu perasa. sampai-sampai kau menyebutkan Gaje!!!. Kata yang selalu menjadi perdebatan kita,..

aku sudah terlanjur mencintaimu.. hingga semua yang kutulis menggambarkan sosok kau yang selalu kusayangi… apakah aku harus mengatakan tolong jangan pergi..???
tolong.. kau telah menyatukan hatiku yang hancur berkeping, tolong jangan kau hancurkan lagi….
aku tau semua akan berakhir sakit.. namun aku belum siap untuk saat ini.


please stay with me, please dont leave me, alone. i still need ur hug, i still need you. i need you yesterday, now, and still counting.. till the day that i found you are not same anymore..

aku pernah menemukan kata-kata yang kurang lebih pertanyaan yang pas untuk hatiku..

JIKA YANG KULAKUKAN ADALAH SALAH,,TOLONG KATAKATAN PADAKU BAGAIMANA CARANYA UNTUK MEMINTA MAAF???

JIKA KAU TAU SESUATU AKAN BERAKHIR BURUK.
SANGGUPKAH KAU HENTIKAN SAATSEDANG INDAH-INDAHNYA ?

Jawabanku sudah pasti TIDAK. dan kau sudah pasti tau kenapa.

Dear dia 😉

13feb19, APJL .

‘ sakit hati ‘

Apakah sakit tapi tidak berdarah harus kau tuduh si hati ?
Apakah semua yang sakit harus perasaan ?
Apakah pisau sang pembuat keributan yang kau anggap paling menyakitkan ?
Apakah…………
——————————

Apakah perasaanmu bisa kau ajak sepasang mata melihat si rambut uban dipojok dapur sedang mengupas bawang tapi menangis juga ?

persis dengan mulutku yang tidak pandai mengeluarkan kata-kata yang mudah kau pahami, sekalipun menurutku itu mudah.
Persis dengan hatiku yang dipakai objek sayatan pisau tingkahlakumu.
Persis perasaanku yang kekurangan dana untuk berobat dirumah sakit..
Jadi beginii.. Jadi begitu… Penjelasannya seperti ini….. Tenang dulu ..
Izinkan perkataanku bertamu ditelingamu..
Raga serta hatimu sudah mengusirku…
Sehingga Air Mataku tidak sanggup ku ajak bertamu.. Mataku kering, lebih kering dan lebih panas musim kemarau.. Mataku memberontak walaupun sudah ku kokohkan seperti Bendungan.
Berharap ? Tidak juga, ku hanya ingin bertamu. Kalimat izinku diatas terlampau jauh, sejauh air laut saat senja dan mentari. Kau tidak terima karena ku hanya ingin bertamu ? Ajari ku memprotes seperti itu !! kupaksa kau ajari. Seketika ku sudah mulai terbiasa memprotes kau bisa sesuka itu bertamu tanpa merindu, sepertiku –
Sampai nanti ku bertamu dengar ucap ku yang kau izinkan masuk ini, ku sarankan kau ajak Perasaanmu berdampingan agar perkataanku tidak diusir lagi. Air mataku telah tiada, Harap kau pahami.
#sekian 🐌
MathiLda Meomanu ❤

Praktek pengenaLan Jemaat, “jemaat Teunmes Oekaka”

waktu itu, tepat pada saat geLap mengeremuni hari (maLam) saya dan 3 teman saya tiba di tempat yang tidak pernah dipikirkan atau dibayangkan.

tidak terima dengan awal pertemuan di kaLa geLap itu, namun ada kaLimat yang muncuL daLam pikiran, hidup tidak seLaLu mudah, jaLaniLah tugas dengan baik dan bertanggung jawab.

maLam itu, kami berempat disambut secara ramah, kami diLayani dengan begitu Lembut oLeh 7 orang yang dengan tuLus untuk mengunjugi kami sewaktu kami tiba. kami berkenaLan dan bercerita singkat tentang JETO. begitulah sapaan untuk orang Teunmes Oekaka.

kamipun terLarut dengan waktu yang semakin berLaLu, banyak hal yang kami dapatkan disana, ada tangis ada tawa ada suka ada duka yang kami LaLui bersama disana.

ya disana di Teunmes Oekaka kami berempat saLing mengenaL satu dengan yang Lainnya juga dengan semua jemaat disana.

hari berganti hari banyak kisah yang terjadi, kami muLai mengenaL kehidupan jemaat disana, kami masuk daLam kehidupan mereka, kami menjaLani hari sebagaimana dengan jemaat disana semuanya begitu indah jika sekarang dingat kembaLi.

hampir Lebih dari 2 buLan kami menghabiskan hari kami disana dengan kehidupan yang cukup jauh berbeda dengan kehidupan kami sebeLumnya. kami hidup dengan semua yang serba seadanya. tapi dengan hidup seperti itu kami mengerti arti persaudaraan yang sebenarnya.

seteLah 2 buLan berLaLu, kami harus meninggaLkan semua yang teLah kami LaLui disana (JETO) kami yang awal sampai berpikir kapan kami bisa puLang, namun pada saat itu , saat yang sangat mengiris hati semua jemaat dan kami semua , dimana kami harus berpisah. terkadang hidup seLaLu begitu.

pada maLam itu, maLam yang kamipun tak bisa menahan derai air mata yang ingin keLuar, kami sedih berpisah dengan orang-orang yang Luar biasa dijemaat itu. tetapi ada satu peristiwa yang membuat kamipun bersyukur pada tengah maLam waktu itu.

sejujurnya ada sejuta rindu yang ingin disampaikan lewat tulisan ini, namun apadaya tulisan yang hanya akan tetap menjadi tuLisan jika hanya akan terus menuLis kata Rindu yang beLum terealisasikan.

beLajarLah dari senja

senja adaLah perihaL menghargai sebuah hadir tanpa membenci kepergian.

teringat waktu maLam itu, waktu diizinkan untuk berbicara mengungkapkan kata hati, ada kaLimat yang sampai saat ini seLaLu dingat, ‘ matahari mengajarkan kita bahwa pada setiap pertemuan yang hangat terdapat sebuah perpisahan yang indah’ jelas bukan maLam itu adaLah maLam terindah seLama 2 buLan lebih maLam yang dilaLui disana.

rindu masuk hutan bersama, rindu ibadah bersama (kategorial), rindu jalan-jalan bersama, rindu kumpuL bersama, rindu main kartu bersama, rindu berfoto bersama, memang betuL ada banyak Rindu dari sini untuk semua JETO.


Agnes Lino
Marni Ndun
Thenrys Neno
Theo Saban